Rosidi: Sembako Murah DKI Baik Tapi Masih Banyak Kekurangan Rosidi: Sembako Murah DKI Baik Tapi Masih Banyak Kekurangan
Program bantuan sembako murah bagi pemegang Kartu Jakarta Pintar sangat membantu asupan gizi yang baik bagi siswa dan siswi di Provinsi DKI Jakarta. Asupan... Rosidi: Sembako Murah DKI Baik Tapi Masih Banyak Kekurangan

Program bantuan sembako murah bagi pemegang Kartu Jakarta Pintar sangat membantu asupan gizi yang baik bagi siswa dan siswi di Provinsi DKI Jakarta. Asupan gizi yang baik dipercaya dapat membantu kinerja anak menjadi lebih pintar.

Lokasi pembagian bantuannya pun menurut sejumlah kalangan masyarakat sangat strategis dijangkau masyarakat. Sehingga sebagian masyarakat merasa sangat terbantu.

Namun, karena banyaknya masyarakat yang dapat membeli sembako murah tersebut, pelayanan sembako murah dirasakan masih kurang maksimal.

Hasil pantauan imediacyber.net, penyaluran sembako murah di Pasar Kalideres, Jakarta Barat sering mengalami kehabisan stok sembako. Pelayanannya pun sangat lambat karena hanya menyediakan sebuah alat gesek tunai/mesin Electronic Data Capture (EDC).

Penyaluran sembako yang dilakukan di Ruang Publik Terbuka Ramah Anak di kawasan Cengkareng dan Kalideres yang hanya dilakukan sekali dalam sebulan pun masih kurang dalam memenuhi kebutuhan masyarakat. Padahal, masyarakat yang berhak dengan sembako murah tersebut hanya mendapat jatah satu paket sekali dalam sebulan.

“Di RPTRA Cengkareng, baru satu jam dibuka tetapi katanya sudah habis. Padahal katanya disediakan sebanyak 500 paket,” ujar Novi, orangtua penerima KJP.

Menurut keterangan yang berhasil dihimpun dari masyarakat, yang berhak membeli sembako murah adalah pemegang KJP dan Petugas Prasarana dan Sarana Umum (PPSU). Namun belakangan, pegawai negeri sipil Pemda DKI pun diketahui dapat membeli sembako murah tersebut.

“Di Pasar Kalideres, saya antre sejak pukul 11.00 tetapi baru dapat menjelang maghrib. Itu pun saya tidak mendapat susu dan telur,” kata Ida, di Pasar Kalideres, Jakarta Barat, Selasa (13/2)

Ketika ditanya mengenai permasalahan tersebut, Ketua Dewan Pembina Lembaga Bantuan Hukum Anarki Nusantara 56 sangat mengapresiasi kebijakan yang diberikan Pemda DKI bagi pemegang KJP dan PPSU.

“Kebijakan ini sangat tepat guna memenuhi gizi masyarakat. Apalagi kabarnya, kini masyarakat disediakan pula susu dan ikan dalam paketnya, jelas ini menambah tumbuh kembang dan kepintaran anak,” terang Rosidi.

Namun disisi lain, tambah Rosidi, Pemda DKI juga harus mengimbangi antusias manyarakat yang membeli dengan menambah mesin EDC. Agar masyarakat yang datang membeli bisa dilayani dengan baik dan cepat.

Rosidi juga mengingatkan agar jumlah pasokan sembakonya tepat waktu dan tercukupi untuk masyarakat yang datang.