Terusir, LMK Cengkareng Timur Mencari Kantor Baru Terusir, LMK Cengkareng Timur Mencari Kantor Baru
Dalam setiap hubungan yang sudah terjalin lama bisa saja timbul ketidakharmonisan. Salah satu ketidakharmonisan sebuah hubungan terlihat pada (2) dua orang yang bekerja di... Terusir, LMK Cengkareng Timur Mencari Kantor Baru

Dalam setiap hubungan yang sudah terjalin lama bisa saja timbul ketidakharmonisan. Salah satu ketidakharmonisan sebuah hubungan terlihat pada (2) dua orang yang bekerja di bawah satu atap yang sama, yaitu Lurah dan anggota Lembaga Musyawarah Kelurahan (LMK).

Seperti diketahui, berita ketidakharmonisan antara Lurah Cengkareng Timur dengan LMK Kelurahan Cengkareng Timur yang belakangan ramai dibicarakan. Hal ini kemudian memicu amarah Lurah dengan mengusir LMK dari gedung kantor kelurahan Cengkareng Timur di Jalan Fajar Baru Utara No.16A, Cengkareng, Jakarta Barat, pada hari Selasa (13/3/2018) sekira pukul 14.30 WIB.

Kantor sekretariat LMK (Lembaga Musyawarah Kelurahan) yang berada di lantai 3 gedung tersebut, sejak pagi sudah terkunci. Menurut info petugas Kelurahan, kunci dipegang oleh Pak Lurah. Alhasil, LMK yang hadir menjadi bertanya-tanya dan sempat emosi. Namun, masih dapat dikendalikan oleh ketua LMK agar tak ada insiden yang tak diinginkan. Terlihat di tempat itu, Babinsa, Babinkamtibmas dan intel dari Polsek Cengkareng.

“Entah siapa itu yang mengunci. Pastinya ketika kami hendak masuk, pintu dalam keadaan terkunci. Alhamdulillah, kami dapat meredam emosional kawan-kawan agar dapat bersikap santun dan dapat meredam emosi,” terang Ketua LMK Cengkareng Timur H Haidar Ulinnuha.

Persoalan ini, lanjut H Haidar, berawal dari kurang kooperatifnya Lurah terhadap LMK sebagai mitranya, hingga berujung pengusiran. “Lurah bilang itu gedung dia. Mungkin dengan merasa seperti itu, dia usir LMK dari kantor Kelurahan,” kata Haidar.

Sayangnya, hingga berita ini dibuat, kami belum bisa mengkonfirmasi lurah yang bersangkutan.

Setelah tidak bisa lagi berkantor di lantai 3, LMK sempat pindah kebawah pojok depan gedung hanya dengan 1 meja dan spanduk bertuliskan Sekretariat LMK. Namun salah satu staff Kelurahan melarang untuk menempati area itu dan menyarankan pindah ke belakang gedung.

Akhirnya, dengan kesepakatan LMK se-Kelurahan, barang-barang dan arsip yang ada dibawa ke luar gedung. Dan saat ini, LMK sedang mencari tempat atau kontrakan kolektifan untuk tetap bisa bekerja.

Mendengar hal tersebut, Ketua LMK Semanan Uci Sanusi mengaku miris. Menurutnya, sebagai mitra kerja, lurah dan LMK harus bersinergi bersama.

“Dengan bersinergi bersama akan membuat kondisi yang aman dan nyaman yang baik bagi seluruh masyarakat lingkungan,” kata Uci saat sedang berkunjung ke Kantor Lembaga Bantuan Hukum Anarki Nusantara 56.

Sekretaris Lembaga Bantuan Hukum Anarki Nusantara 56 Sunarya menyarankan agar masalah yang terjadi tak perlu dibesarkan hingga ke ranah hukum.

“Berdamai saja tanpa harus menyimpan dendam, apalagi mereka bekerja di bawah atap yang sama. Menjelang Pilkada dan Pemilu ini, mari kita ciptakan iklim yang kondusif,” imbuh Sunarya.