Rosidi: Pancasila Milik Seluruh Rakyat Indonesia Rosidi: Pancasila Milik Seluruh Rakyat Indonesia
SekilasKota.com | Indonesia, sebuah negara kepulauan yang besar dan terus tumbuh dengan memiliki banyak suku dan budaya. Alhamdulillah, bangsa sebesar dan seberagam Indonesia hingga... Rosidi: Pancasila Milik Seluruh Rakyat Indonesia

SekilasKota.com | Indonesia, sebuah negara kepulauan yang besar dan terus tumbuh dengan memiliki banyak suku dan budaya. Alhamdulillah, bangsa sebesar dan seberagam Indonesia hingga saat ini tetap solid bersatu dengan terus mengamalkan ideologi Pancasila.

Bahkan, ideologi Pancasila tersebut tumbuh dan terus bersemai di hati dan tingkah laku rakyat Indonesia selama lebih dari 72 tahun. Meskipun dalam perjalanannya, ideologi Pancasila sempat dijadikan ‘alat kekuasaan’ namun nilai-nilai Pancasila tidak pernah luntur dalam kehidupan rakyat Indonesia.

Ketua Dewan Pembina Lembaga Bantuan Hukum Anarki Nusantara 56 Rosidi Roslan menyebutkan, sudah merupakan kewajiban bagi seluruh rakyat Indonesia untuk menjaga Pancasila agar tetap menjadi milik seluruh insan di negeri ini, bukan diarahkan hanya menjadi milik kelompok tertentu.

Rosidi yang masih tercatat sebagai mahasiswa aktif Pasca Sarjana Fakultas Hukum Universitas Bung Karno menambahkan, adanya sikap atau tindakan sekelompok orang apalagi didukung oleh kekuatan tertentu menganggap dirinya paling Pancasila dan berhak menjadi penafsir nilai-nilai Pancasila tidak boleh terjadi, karena dipastikan akan melahirkan berbagai kegaduhan dan mengancam kebersamaan Indonesia sebagai sebuah bangsa.

“Pancasila sebagai ideologi dan cita-cita pendiri bangsa ini milik kita semua, bukan milik kelompok-kelompok tertentu. Sangatlah berbahaya jika ada orang, sekelompok orang, apalagi organisasi atau lembaga yang menganggap dirinya paling Pancasialis sementara yang lain kurang atau tidak Pancasialis. Arogansi yang menganggap dirinya paling Pancasila akan menjadi sumber kegaduhan dan benih perpecahan dan ini tidak boleh kita biarkan,” tutur Rosidi saat ditemui di sela-sela kesibukannya di bilangan Jakarta Selatan, Senin (25/6/18).

Menurut Rosidi, perdebatan soal Pancasila sudah selesai sehari setelah republik Indonesia berdiri (18 Agustus 1945). Harusnya, lanjut Rosidi, saat ini rakyat sudah merasakan kekuatan kelima sila Pancasila terutama sila yang terkait keadilan sosial. Pancasila memang harus diamalkan oleh segenap rakyat Indonesia, tetapi negara dalam hal ini pemerintahlah yang punya sumber daya untuk mempercepat terwujud kelima sila tersebut.

“Saat ini Pancasila lebih banyak diteriakkan dari pada diimplementasikan. Ada kesan Pancasila dijadikan milik kelompok tertentu saja. Jika hal terus terjadi, kapan rakyat merasakan kekuatan kelima sila Pancasila dalam kehidupannya sehari-hari?” tukas Rosidi.

Rosidi pun berharap agar pendidikan P4 (Pedoman Penghayatan dan Pengamalan Pancasila) kembali ditanamkan kepada para calon penerus bangsa di mulai dari usia belia.