Sunarya, Balon Dekot Jakarta Barat dari Semanan Sunarya, Balon Dekot Jakarta Barat dari Semanan
SekilasKota.com | Pada awal pekan lalu, sejumlah banner besar berisi pengumuman pemilihan dewan kota Jakarta Barat periode 2018-2023 terbentang di sejumlah lokasi di wilayah... Sunarya, Balon Dekot Jakarta Barat dari Semanan

SekilasKota.com | Pada awal pekan lalu, sejumlah banner besar berisi pengumuman pemilihan dewan kota Jakarta Barat periode 2018-2023 terbentang di sejumlah lokasi di wilayah Semanan, Kalideres, Jakarta Barat. Pengumuman tersebut berisi informasi batas waktu pendaftaran dan syarat bakal calon.

Persyaratan bakal calon dewan kota yang diminta Panitia Pemilihan Kelurahan (PPK) Semanan ternyata lumayan banyak, antara lain Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK) dari Polres setempat, surat keterangan sehat dari Puskesmas, surat keterangan bebas narkoba, surat keterangan sehat rohani dari rumah sakit, fotocopy ijazah minimal SMA sederajat yang telah dilegalisir dan berkas penunjang lainnya.

Dengan persyaratan yang lumayan banyak tersebut, PPK Semanan hanya memberikan waktu untuk bakal calon memenuhi semua persyaratan hanya sekitar 5 (lima) hari kerja. Pertanyaannya kini, apakah semua persyaratan untuk bakal calon dewan kota dapat terpenuhi hanya dengan 5 (lima) hari kerja? Mari ikuti penelusuran redaksi memenuhi persyaratan bakal calon dewan kota Jakarta Barat.

Pada hari kerja pertama, Senin, redaksi coba mengurus surat keterangan sehat di Puskesmas Kelurahan Semanan. Dengan memulai mengambil nomor antrean sekitar jam 06.30 WIB, surat keterangan sehat ini baru selesai sekitar jam 11.00 WIB. Disini, biaya yang dikenakan Rp5 ribu.

Hari kedua, Selasa, redaksi coba mengurus persyaratan membuat SKCK di Polres Jakarta Barat. Berbekal informasi dari mesin pencari Google, redaksi melengkapi semua persyaratan SKCK sebelum ke Polres agar tidak bolak-balik. Tiba sekitar jam 13.30 WIB, akhirnya proses SKCK selesai sekitar jam 14.30 WIB. Pembuatan SKCK ini dikenakan biaya Rp30 ribu.

Di hari ketiga, Rabu, redaksi mengurus surat keterangan narkoba di Puskesmas Kecamatan Kembangan. Mengambil nomor antrean sekitar jam 08.00 WIB, hasilnya baru bisa diambil sekitar jam 13.00 WIB. Biaya untuk surat keterangan ini senilai Rp170 ribu.

Untuk surat keterangan sehat rohani, redaksi baru bisa mengurus di hari ketiga, Rabu, di RSUD Cengkareng, usai memberikan sample urin di Puskesmas Kembangan. Disini tidak bisa langsung untuk surat keterangan sehat. Jadi prosedurnya, datang hari pertama untuk daftar dan hari selanjutnya baru diberikan tes tertulis dan hari berikutnya baru tes wawancara dengan dokter psikiater, setalah itu dua hari kemudian baru keluar hasilnya. Alhasil, jika redaksi mendaftar pada hari Rabu, maka tes tertulis hari Kamis dan karena Jumat libur nasional sehingga tes wawancara hari Sabtu sehingga hasilnya baru keluar hari Selasa. Untuk biayanya berkisar Rp210 ribu.

Dengan prosedur yang demikian panjangnya dari RSUD Cengkareng, redaksi meminta perpanjangan waktu dari PPK Semanan untuk penyerahan kelengkapan persyaratan bakal calon dewan kota Jakarta Barat. PPK Semanan pun memberikan perpanjangan waktu hingga hari Selasa, 20 Agustus 2018.

“Sebagai calon pemimpin yang menjadi panutan warga, memang sudah sepatutnya bebas narkoba dan memiliki jiwa yang stabil yang teruji oleh penguji kredibel seperti rumah sakit. Jadi persyaratan yang telah saya jalani untuk menjadi bakal calon dewan kota Jakarta Barat sangat tepat,” tutur Sunarya, lulusan Fakultas Hukum Universitas Bung Karno sebagai bakal calon dewan kota Jakarta Barat yang telah mendaftar ke PPK Semanan.

Namun, tambah Sunarya, batas waktu yang diberikan harusnya bisa lebih lama karena memang mengurus persyaratannya agak lama, yang paling cepat membuat SKCK di Polres.

Sunarya yang juga Pemimpin Umum Media Online imediacyber.net sebenarnya mendaftar sebagai bakal calon hanya untuk mengetahui proses memenuhi persyaratan yang diajukan. Dirinya merasa tidak yakin akan memenangkan pertarungan tersebut.

“Sulit untuk menjadi dewan kota di Jakarta Barat karena pemilihnya ketua RT dan RW atau perwakilan dilingkungannya. Dan ketua RT dan RW hanya memilih calon yang kemungkinan besar telah dikenal baik saja, sehingga saya pun tidak yakin bisa menang,” terang Sunarya yang kini sebagai Sekretaris Lembaga Bantuan Hukum Anarki Nusantara 56 (LBH Antara 56).

Terakhir, Sunarya berharap agar siapapun yang nantinya mengemban amanah sebagai Dewan Kota Jakarta Barat dapat bekerja dengan baik dan penuh rasa tanggungjawab.