Rendy Reinhart, Caleg Partai Nasdem yang Siap Berjuang untuk Masyarakat Rendy Reinhart, Caleg Partai Nasdem yang Siap Berjuang untuk Masyarakat
Sekilaskota.com | Pemilu 2019 akan segera berlangsung, calon presiden dan calon wakil presiden pun sudah dimunculkan. Dan untuk memenangkan calon presiden dan wakilnya, partai... Rendy Reinhart, Caleg Partai Nasdem yang Siap Berjuang untuk Masyarakat

Sekilaskota.com | Pemilu 2019 akan segera berlangsung, calon presiden dan calon wakil presiden pun sudah dimunculkan. Dan untuk memenangkan calon presiden dan wakilnya, partai politik mulai memperkenalkan para calon legislatifnya di masyarakat dengan harapan dapat memenangkan pemilihan legislatif.

Salah satu calon legislatif yang mungkin dapat memenuhi aspirasi masyarakat periode 2019-2024 adalah Rendy Reinhart yang berasal dari Partai Nasdem besutan Surya Paloh. Untuk saat ini, Rendy dipercaya Partai Nasdem untuk memenangkan suara dari daerah pemilihan (Dapil) 9 DKI Jakarta yaitu wilayah kecamatan Tambora, Cengkareng dan Kalideres.

Sebagai calon legislatif dari Partai Nasdem daerah pemilihan (Dapil) 9 DKI Jakarta, Rendy siap dan bersedia kontrak politik dengan para pendukungnya yang berasal dari wilayah kecamatan Tamora, Cengkareng dan Kalideres.

“Kontrak politik dengan pendukung tidak ada massalah selama kontrak itu berkutat pada ideologi, garis perjuangan dan integritas dalam bertugas. Bukan kontrak politik ‘bagi-bagi’ yang selama ini lazim dilakukan calon pejabat,” ungkap Rendy.

Sukses Pendidikan dan Usaha
Terlahir sebagai anak kedua dari 2 (dua) bersaudara, Rendy menyelesaikan pendidikannya dari taman kanak-kanak (TK) hingga SMA di sekolah Pangudi Luhur, Jakarta. Selesai pendidikan di Pangudi Luhur, ia kemudian melanjutkan kuliah di Universitas Trisakti, Jakarta, dan kemudian lulus dengan dengan gelar Sarjana Tehnik Industri.

Memiliki Ayah seorang wirausaha yang bergerak di bidang kunci-kunci pintu, namun kemudian usaha tersebut dilanjutakan oleh Rendy. Meski sukses meneruskan usaha milik Ayahnya ternyata tak membuat ia berpuas diri. Rendy juga terjun ke dunia kuliner dan sekarang memiliki usaha pribadi dengan berjualan bakso dan bakmi di bilangan jalan RS Fatmawati, jakarta Selatan.

Kesuksesan dalam berusaha membuat ia berada di zona nyaman kehidupan dengan penuh kesenangan yang menyenangkan. Namun sebagai anak muda yang produktif, ada hal yang membuat Rendy terpanggil untuk nyaleg, yaitu kemiskinan dan ketidakadilan yang selalu saja terjadi terhadap seluruh lapisan masyarakat karena penguasanya tidak baik. Kedua hal inilah yang merasa wajib ia diperjuangkan sebagai anak bangsa.

“Menurut saya bangsa ini tidak kekurangan orang pintar tetapi kekurangan orang yang lurus,” ujar Rendy.

Alasan Nyaleg
Kemiskinan dan ketidakadilan itulah yang kemudian mendasari Rendy sehingga mencalonkan diri menjadi calon anggota legislatif. Alasannya yang pertama adalah paska pilkada DKI Jakarta 2017, menurutnya negara Indonesia seolah terbelah dua. Hal ini dikarenakan adanya kelompok yang ingin memaksakan bentuk ideologi baru selain Pancasila. Disinilah saya hadir untuk memastikan bahwa perjuangan di dalam sistem pemerintahan nanti.

“Semua harus berlandaskan Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika,” lanjutnya.

Diakuinya, hasil kerja pemerintahan sebelumnya di DKI Jakarta sudah sangat baik, dan inilah alasan kedua Rendy untuk nyaleg. Dan tentunya pemerintahan kali ini harus dikawal dengan cermat agar segala kebijakan yang baik pada periode yang lalu tetap dipertahankan dan dapat lebih baik lagi tanpa ada main mata dengan pejabat di tingkat legislatif.

Alasan terakhir sehingga Rendy mencalonkan diri sebagai legislatif dari Partai Nasdem karena ia memiliki cita-cita untuk merubah kultur politik di Indonesia. Kemudian timbul pertanyaan, kenapa harus diubah, memang apa yang salah? Yang salah adalah mayoritas warga tidak mengenal wakil rakyat yang dipilihnya, hal ini dikarenakan banyaknya caleg yang hanya menggunakan politik uang untuk membeli suara masyarakat tanpa memperkenalkan diri lebih jauh, sehingga beban moralnya pun terhadap konstituen rendah.

“Diharapkan dengan banyaknya turun ke bawah dan bertemu masyarakat, warga yang memilih dapat mempercayakan suaranya kepada wakil rakyat yang tepat dan bisa dipercaya,” jelas Rendy.

Partai Nasdem Sebagai Kendaraan Politik
Perubahan yang diinginkan Rendy memang harus diperjuangkan dan tentunya perjuangan tersebut membutuhkan kendaraan politik untuk mengakomodir. Disinilah kemudia Rendy memilih Partai Nasdem sebagai kendaraan politiknya dengan berbagai alasan, antara lain yaitu karena Partai NasDem adalah partai nasionalis yang menjunjung tinggi Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika.

Alasan lainnya karena Partai Nasdem pendukung Jokowi garis keras. Rendy juga menilai Partai Nasdem adalah partai yang tegas menolak Undang-Undang MD3 yang memberi kekebalan terhadap wakil rakyat sehingga tidak bisa diusut bila melakukan kesalahan tanpa persetujuan MKD yang isinya adalah partai-partai itu sendiri.

Bukan hanya itu, secara pribadi ia membuktikan bahwa Partai Nasdem adalah partai anti mahar. Dan sekali lagi ia membuktikan bahwa Partai Nasdem adalah partai besar memberi kesempatan pada yang muda untuk berkiprah, asalkan memiliki rekam jejak yang baik.

Target Komisi A DPRD DKI Jakarta
Dengan kendaraan politik Partai Nasdem, Rendy dengan penuh semangat berjuang memenangkan kontestasi Pileg 2019 nanti. Targetnya pun jelas yaitu Komisi A DPRD DKI Jakarta. Karena menurutnya komisi A bidang Pemerintahan yang meliputi pemerintahan umum, kepegawaian/aparatur, ketentraman dan ketertiban, hukum/perundang-undangan, perijinan, pertanahan, kependudukan dan catatan sipil, pemadam kebakaran dan penanggulangan bencana, kesatuan bangsa dan politik, organisasi dan tata laksana, kepala daerah dan kerjasama luar negeri, tata pemerintahan, perlindungan masyarakat, pendidikan dan pelatihan pegawai, kewilayahan, komunikasi, informatika dan kehumasan.

“Mengapa komisi A? Karena disinilah letak permainan di mulai,” tukasnya.

Saat birokrasi yang rumit, sambung Rendy, dan pejabat yang semena-mena menggunakan kekuasaannya, di sinilah harus kita pastikan bahwa birokrasi yang singkat tidak rumit.

“Dan setiap pejabatnya tidak ada pungli supaya tidak memberatkan masyarakat,” tegas dia.

Komitmen Perjuangkan Hukum
Seperti diketahui, komisi A DPRD DKI Jakarta berhubungan langsung dengan dengan segala macam aspek hukum. Namun, Rendy bukanlah orang yang memiliki latar belakang ilmu hukum. Lalu bagaimana Rendy menyikapi hal ini?

“Tidak masalah bahwa saya tidak berlatar belakang hukum namun memperjuangkan masalah hukum. Mengapa? Karena pada dasarnya setiap undang-undang sudah tertulis,” ucapnya.

Lebih lanjut dia mengatakan, tinggal kita memastikan produk hukum tersebut memenuhi unsur keadilan dan tidak tebang pilih untuk eksekusinya.

Memilih Jokowi
Sebagai anak muda yang tergolong kaum milenial, Rendy sangat menginginkan Presiden Jokowi 2 (dua) periode. Karena menurutnya, banyak pembangunan yang harus diselesaikan oleh Jokowi.

“Saya memilih Pak Jokowi sebagai Presiden Republik Indonesia karena masalah bangsa ini selalu berkutat kepada rakusnya elit-elit politik dan pengusaha hitam,” tukas Rendy.

Hal inilah, lanjutnya, yang membuat bangsa ini seperti dicengkram. Lebih lanjut dia mengatakan, mengubah kultur ini tidak mudah, butuh ketegasan dan keberanian untuk melawan ketamakan dan mafia-mafia tersebut.

“Dan Pak Jokowi sudah membuktikan bahwa sekian banyak mafia yang dilawan sehingga anggaran dapat digunakan untuk membangun infrastruktur dan mensubsidi berbagai harga sehingga dapat ditekan hingga memiliki harga yang sama dengan di pulau Jawa,” terangnya.

Dia pun mencontohkan harga BBM di Papua yang dahulu berbeda dan jauh lebih mahal dibanding di pulau Jawa, kini harganya disamakan.