Oknum Ketua RT di Semanan Diduga Berbuat Mesum dengan Warganya Oknum Ketua RT di Semanan Diduga Berbuat Mesum dengan Warganya
SekilasKota.com | Warga Semanan, Kalideres, Jakarta Barat, saat ini tengah digemparkan oleh berita asusila yang dilakukan oleh seorang Ketua Rukun Tetangga (RT), sebut saja... Oknum Ketua RT di Semanan Diduga Berbuat Mesum dengan Warganya

SekilasKota.com | Warga Semanan, Kalideres, Jakarta Barat, saat ini tengah digemparkan oleh berita asusila yang dilakukan oleh seorang Ketua Rukun Tetangga (RT), sebut saja M. Perbuatan asusila itu dilakukan sang Ketua RT M dengan salah seorang wanita bersuami yang telah memiliki dua orang anak.

Dalam sebuah surat pernyataan yang ditulis secara sadar dan tanpa paksaan dari siapa pun, si wanita, sebut aja SA (38), teman pasangan gelap Ketua RT berbuat asusila telah mengakui perbuatannya dengan sang Ketua RT dilakukan di rumah si wanita dan di sebuah wisma. Kuat dugaan, si wanita saat melakukan perbuatan asusila dengan Ketua RT tanpa sepengetahuan suami SA, sebut saja AJ (38).

Menurut Anggota Lembaga Musyawarah Kelurahan (LMK) RW 02 Semanan, Mahmud, permasalahan ini pernah dibicarakan sebelumnya bersama antara M, dan AJ di Ruang Kerja Lurah Semanan dengan turut dihadiri oleh ketua RW 02, Anggota LMK 02, Pihak Kepolisian Dan TNI tetapi belum ada Penyelsaian Dari Pihak AJ Hingga akhirnya AJ selaku suami SA melayangkan Surat pengaduan kepada Lembaga Musyawarah Kelurahan ( LMK ) Semanan dengan harapan permaslahan ini bisa diselesaikan

Jika mau melihat dari Peraturan Gubernur DKI Jakarta Nomor 171 Tahun 2016 Tentang Pedoman Rukun Tetangga dan Rukun Warga Pasal 35 ayat (2) huruf a yang menyebutkan bahwa pengurus RT dan/atau Pengurus RW dinonaktifkan apabila melakukan tindakan tercela atau tidak terpuji yang menyebabkan hilangnya kepercayaan warga terhadap kepemimpinannya sebagai Pengurus RT dan/atau Pengurus RW.

informasi yang kami dapat di lapangan terkait permasalahan perbuatan asusila yang dilakukan Ketua RT M ini, sejumlah warga yang mengetahui hal ini sudah membuat petisi dan surat mosi tidak percaya terhadap M kepada Lurah Semanan untuk segera menonaktifkan M dari jabatannya sebagai Ketua RT. Namun sayangnya, hingga berita ini diturunkan, Lurah Semanan tetap tidak menonaktifkan M dari jabatannya sebagai Ketua RT. Pertanyaannya kini, mengapa Lurah Semanan belum juga menonaktifkan secara tidak hormat M?

Kini LMK Semanan telah mendesak dan meminta Lurah Semanan melalui surat resmi untuk segera mengambil sikap tegas terkait perilaku Ketua RT M yang telah berbuat tercela dan asusila dengan seorang wanita bersuami.