by

Akibat Covid-19, Dwi dan Prihatin Buka Warung Ngapak

-Ekonomi-144 views

SekilasKota | Akibat pandemi Covid-19, tidak sedikit masyarakat menengah ke bawah terpaksa membuka usaha guna bertahan hidup. Kebanyakan memilih usaha berdagang.

Salah satu masyarakat yang memilih usaha dengan berdagang adalah Ibu Dwi (42). Dwi memilih berdagang karena sekolah internasional tempatnya bekerja belum juga beroperasi akibat adanya covid-19.

Dwi pun kini membuka warung sederhana dan berdagang lauk serta sayur matang di Pusat Jajanan Tembok Bolong yang berlokasi di Kp Pangkalan RT 06/010, Semanan, Kalideres, Jakarta Barat. Warung ini dibuka dan dikelola bersama dengan temannya, Ibu Prihatin (40).

Ditemui di warungnya, Dwi memaparkan bahwa warung miliknya buka dari pukul 05.30 pagi hingga pukul 04.00 sore atau pukul 20.00 WIB, tergantung kondisi. Dia juga menyampaikan, omzet warungnya per hari jika ramai bisa mencapai Rp1 juta. Namun jika sepi hanya mendapat Rp600 ribu, ini modal beserta laba.

Diakuinya, warung miliknya tersebut untuk biaya sewa termasuk listrik dan air serta keamanan dan kebersihan hanya berkisar Rp500 ribu per bulan. Namun modal awal cukup besar, berkisar Rp10 juta.

Sebagai informasi, karena Dwi dan Prihatin orang asli Banyumas, mereka menamakan warungnya dengan nama Warung Sederhana Ngapak.

[wil]

News Feed