by

Manfaat Keberadaan Kita di dalam Kerempugan?

-Nasional-79 views

SekilasKota | Salam rempug saudaraku, Allah Ta’ala mempertemukan kita untuk satu alasan. Entah untuk memberi atau untuk menerima.

Entah untuk belajar atau untuk menyampaikan. Entah untuk bercerita atau untuk mendengarkan. Entah untuk sesaat atau untuk selamanya. Entah akan menjadi bagian terpenting atau hanya untuk sekedarnya.

Yakinlah bahwa semua tidak akan ada yang sia-sia, karena Allah yang mempertemukan kita.

Hidup kita saling mengisi. Jikalau ada perbedaan, itu adalah hal yg biasa, karena layaknya ondel-ondel pria dan wanita dalam logo kerempugan kita bahwa kita bersepakat untuk berbeda. Tak perlu diperbesar dan jangan jadi perpecahan sehingga memutuskan tali silaturrahim dan kerempugan yang sudah terjalin.

Jika sudah menjadi takdir Allah, meski dengan jarak beribu-ribu kilometer jauhnya, kita tetap akan dipertemukan, dalam satu ikatan yang bernama “Kerempugan”.

Ikatan Kerempugan yang didasarkan pada keimanan dan keikhlasan yang kuat akan selalu membuat barisan kita semakin kokoh dan mantap, seiring dengan do’a-do’a dan bacaan sholawat Nariyah dari segenap mujahid kerempugan di manapun berada.

Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam bersabda: “Sesungguhnya di antara hamba-hamba Allah terdapat orang-orang yang bukan Nabi, dan bukan pula Syuhada. Tetapi para nabi dan syuhada cemburu pada mereka di hari kiamat nanti, disebabkan kedudukan yang diberikan Allah kepada mereka”.

“Ya Rasulullah, beritahukanlah kepada kami, siapa mereka? Agar kami bisa turut mencintai mereka.”, ujar para sahabat.

Lalu Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Salam menjawab: “Mereka adalah orang-orang yang saling mencintai karena Allah tanpa ada hubungan keluarga dan nasab di antara mereka.

Demi Allah, wajah-wajah mereka pada hari itu bersinar bagaikan cahaya di atas mimbar-mimbar dari cahaya.

Mereka tidak takut di saat manusia takut, dan mereka tidak sedih di saat manusia sedih.” (HR. Abu Dawud).

Dalam Hadits lain disebutkan: “Di sekitar Arsy Allah ada menara-menara dari cahaya, di dalamnya terdapat orang-orang yang pakaiannya dari cahaya, wajah-wajah mereka bercahaya, mereka bukan Nabi atau pun syuhada. Para Nabi dan syuhada iri kepada mereka.”

Ketika ditanya . sahabat, “Siapakah mereka itu ya Rasulullah?”.

Rasulullah menjawab: “Mereka adalah orang-orang yang saling mencintai karena Allah”.

Semoga Kerempugan ini semakin kuat dan solid seiring dgn doa-doa kita bersama, dan diharapkan semua mujahid kerempugan memaksimalkan peran dan fungsinya sebagai khalifah Allah di muka bumi serta berusaha “menguburkan takabur dan menyuburkan takabur” dalam setiap gerak dan langkah perjuangan kita.

Keep Rempug

ImamFBR

News Feed